4 Peninggalan Kerajaan Pajang Lengkap dengan Penjelasannya

Smkyasbam - Peninggalan Kerajaan Pajang - Kita hidup tidak jauh-jauh dari peninggalan-peninggalan yang ada dalam sejarah terdahulu. Salah satunya dalam sejarah yang ada dalam Kerajaan Pajang ini, mempunyai beberapa peninggalan-peninggalan yang masih terawat sampai saat ini. Pasalnya, peninggalan-peninggalan ini senantiasa dijaga sebagai rasa menghargai dan menghormati para leluhur terdahulu.

Peninggalan Kerajaan Pajang

Mungkin asing di telinga kamu mengenai Kerajaan Pajang ini, meskipun begitu ternyata Kerajaan Pajang ini juga tercatat dalam sejarah di Indonesia. Karena ada bukti nyata yang ada di Jawa Tengah ini ada beberapa peninggalan-peninggalannya. Nah, pada kesempatan kali ini saya akan mengulas tentang Peninggalan Kerajaan Pajang.

Sebenarnya banyak sekali refrensi yang ada di google, namun tentu kamu masih bingung dan terus mencari kebenaran tentang peinggalan kerajaan Pajang ini. Apabila kamu sudah mengunjungi website ini, tentunya tepat sekali karena disini tempat menyajikan informasi yang akurat dan tepat. Untuk kamu yang lagi mencari refrensi Peninggalan Kerajaan Pajang apa saja yang terdapat di Jawa Tengah, Yuk simak baca artikel ini sampai selesai !

4 Peninggalan Kerajaan Pajang Lengkap dengan Penjelasannya

Menurut sumber yang saya baca tentang Sejarah Kerajaan Pajang ini didirkan sekitar abad ke 16 pada masa itu bersamaan runtuhnya Kerajaan Demak. Pasalnya, berdirinya kerajaan ini dikarenakan adanya sebuah konflik dalam Kerajaan Demak tersebut. Dimana konflik tersebut asal muasalnya berawal dari konflik keluarga itu sendiri.

Dalam hal ini dapat saya katakan bahwa Kerajaan Pajang adalah penerus dari Kerajaan Demak. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan bahwa Kerajaan Pajang ini didirikan oleh Joko Tingkir yang sekaligus menjadi raja pertama dengan gelar Sultan Hadiwijaya. Dibawa pimpinan Joko Tingkir ini mengalami puncak kejayaan pada masa itu sendiri.

Para pakar sejarah menyatakan bahwa ada berbagai macam-macam Peninggalan Kerajaan Pajang yang sampai saat ini masih ada terawat dan terjaga. Nah, pada pembahasa kali ini akan saya ulas berikut 5 Peninggalan Kerajaan Pajang dibawah ini !

1. Masjid Laweyan

Peninggalan yang pertama berupa Masjid Laweyan, merupakan peninggalan dari Kerajaan Pajang yang bisa kamu temukan di Kampung Batik daerah Solo. Masjid Laweyan berdiri sejak tahun 1546.  Menurut dalam sejarah Kerajaan Pajang, masjid ini adalah bangunan pura tempat ibadah seorang kaum yang memeluk agama Hindu di Pajang pada masa itu.

Hal tersebut berubah fungsinya menjadi masjid sebagai peribadahan masyarakat yang memeluk agama Islam. Hal tersebut dikarenakan Ki Ageng Henis akrab betul dengan pimpinan Hindu setempat yang memudahkan dalam bertoleransi. Oleh karena itulah sampai sekarang masjid ini juga disebut dengan masjid Ki Ageng Henis.

2. Makam Bangsawan

Peninggalan yang kedua yaitu Makam Bangsawan, merupakan tempat makam para tokoh yang mempunyai peranan penting di dalam Kerajaan Pajang. Peninggalan ini tidak jauh dari Masjid Laweyan karena termasuk dalam cakupan satu wilayah. Makam bangsawan ini berisikan kurang lebih 9 tokoh-tokoh besar yaitu :

-Kyai Ageng Henis.
-Susuhunan Paku Buwono.
-Permaisuri Paku Buwono yang ke-5.
-Pangeran Widjil 1 Kadilangu.
-Nyai Ageng Pati.
-Nyai Pandanaran.
-Prabuwinoto.
-Dalang Keraton Kasunanan Surakarta.
-Kyai Ageng Proboyekso.

3. Peninggalan Bandar Kabanaran

Peninggalan yang ketiga yaitu Bandar Kabanaran, merupakan tempat perdagangan yang terletak di Bengawan Solo. Sebagian para pakar ahli meneliti bahwa selain fungsinya sebagai tempat perdagangan, Bandar Kabanaran ini menjadi tempat dakawah dan juga penyebaran syair Islam di sekitaran Pajang di masa lalu. Walaupun begitu, untuk sekarang Bandar Kabanaran ini tidak mendapat perhatian karena kurangnya hal unik yang dapat ditunjukkan untuk menarik para wisatawan.

4. Pasar Laweyan

Peninggalan yang ke-4 yaitu Pasar Laweyan, merupakan tempat pasar seperti pada umumnya yang teretak diantara 3 tempat yaitu Timur Kamung Setono, Selatan Kampung Lor Pasar, Utara Kampung Kidul Pasar.  Pasar Laweyan ini menjadi sangat penting sejak adanya penduduk Laweyan yang memproduksi batik pada tahun 1546 Masehi.

Sampai saat ini, pasar Laweyan berfungsi di masyarakat sekitar sebagai melakukan transaksi jual beli seperti pasar pada umumnya.